4 Standar Kompetensi Penting Guru di Era Digital!

Guru adalah pilar pendidikan, apalagi di zaman era digital memiliki standar kompetensi yang sesuai.

Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat di pengaruhi oleh peran strategis guru.

Oleh karena itu, kompetensi guru perlu lebih di tingkatkan dari waktu ke waktu.

Guru memiliki beban tanggung jawab yang sangat berat tidak hanya kepada siswanya tetapi juga kepada negara.

Memang, guru memegang peran sentral dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional.

Dalam UU No. 14 tahun. Pasal 8 Tahun 2005 menetapkan beberapa hal yang harus di miliki guru dan dosen, yaitu:

  • Kualifikasi akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
  • Kompetensi yang di tekankan lagi dalam pelatihan guru.
  • Sertifikat Pendidik, di berikan setelah menyelesaikan sertifikasi guru, yang menegaskan bahwa ia telah memenuhi standar profesional.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Memiliki kemampuan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional.

Sebagaimana dijelaskan di atas, guru perlu memiliki kompetensi yang mendukung tugas profesionalnya.

Standar kompetensi yang mendukung tugas profesionalnya.

Menurut undang-undang tersebut, ada 4 kompetensi yang harus di miliki seorang guru, yaitu::

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan atau keterampilan guru untuk mengarahkan suatu proses belajar mengajar atau interaksi belajar mengajar dengan siswa.

Setidaknya ada 7 aspek kompetensi pedagogik yang perlu di kuasai, yaitu:

  • karakteristik para siswa.

Mengingat informasi tentang karakteristik siswa, guru harus mampu beradaptasi untuk mendukung pembelajaran bagi setiap siswa.

Ciri-ciri yang perlu di lihat antara lain aspek intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dll.

  • Teori belajar dan prinsip belajar pendidikan.

Guru harus mampu menjelaskan teori pelajaran dengan jelas kepada siswa.

Menggunakan pendekatan tertentu melalui penerapan strategi, teknik atau metode kreatif.

  • pengembangan kurikulum.

Guru harus mampu membuat kurikulum dan RPP sesuai peraturan dan kebutuhan.

Pengembangan kurikulum berkaitan dengan relevansi, efisiensi, efektivitas, kontinuitas, integritas dan fleksibilitas.

  • pembelajaran pedagogis.

Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan bantuan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sumber daya teknis dan material harus di optimalkan.

  • Mengembangkan potensi siswa.

Setiap siswa memiliki potensi yang berbeda-beda.

Guru perlu mampu menganalisis hal tersebut dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat agar setiap siswa dapat mewujudkan potensi yang di milikinya.

  • Bagaimana berkomunikasi.

Sebagai seorang guru, Anda harus mampu berkomunikasi secara efektif saat mengajar.

Guru juga perlu berkomunikasi dengan santun dan berempati kepada siswa.

  • penilaian dan evaluasi pembelajaran.

Penilaian meliputi hasil dan proses pembelajaran. Di lakukan secara terus menerus.

Efektivitas pembelajaran juga harus di evaluasi.

  • Kompetensi pedagogik dapat di peroleh melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan dan sistematis dari setiap guru, baik sebelum menjadi guru maupun setelah menjadi guru.
  • Kompetensi pribadi

3. Kompetensi kepribadian mengacu pada karakter pribadi.

Ada indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru, yaitu: supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, mulia, bertindak sesuai norma sosial dan hukum, dll.

Seorang guru harus memiliki kepribadian yang positif karena guru harus mampu menjadi panutan bagi siswanya.

Selain itu, guru juga harus mampu mendidik siswanya agar memiliki sikap yang baik.

4. Keahlian

Kompetensi guru adalah kemampuan atau keterampilan yang harus ada agar tugas guru dapat di selesaikan dengan baik.

Keterampilannya berhubungan dengan hal-hal yang cukup teknis dan berhubungan langsung dengan kinerja guru. Indikator kompetensi profesional guru meliputi:

Penguasaan materi pelajaran yang di ajarkan, beserta struktur, konsep dan pemikiran ilmiahnya.

Penguasaan mata pelajaran Standar Kompetensi (SK), mata pelajaran Kompetensi Inti (KD) dan tujuan pembelajaran suatu mata pelajaran yang di ajarkan.

Mampu mengembangkan konten pembelajaran secara kreatif sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada siswa secara lebih luas dan mendalam.

Mampu bertindak secara reflektif agar terus berkembang secara profesional.

Dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan juga dalam pengembangan diri.

Dengan menguasai keterampilan dan kemampuan tertentu yang di uraikan di atas, di harapkan fungsi dan tugas guru dapat di laksanakan dengan baik.

Dengan demikian, guru dapat membimbing seluruh siswanya untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan.

5. Keterampilan sosial

Keterampilan sosial berkaitan dengan keterampilan komunikasi, sikap dan interaksi secara umum, baik dengan siswa, rekan kerja, guru, orang tua siswa maupun masyarakat luas.

Indikator soft skill guru antara lain:

  1. Bersikaplah inklusif, objektif, dan tidak diskriminatif terhadap latar belakang individu, baik itu kondisi fisik, status sosial, jenis kelamin, ras, latar belakang keluarga, dll.
  2. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan menggunakan bahasa yang santun dan berempati.
  3. Dapat berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.
  4. Mampu beradaptasi dan menjalankan tugas sebagai guru dalam lingkungan yang beragam, masing-masing dengan karakteristik sosial budaya yang berbeda.

Uji Standar Kompetensi Guru

Sebagai ukuran kompetensi masing-masing guru, negara melakukan uji kompetensi guru melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan ini menguji keterampilan pendidikan dan profesional atau bidang keahlian.

Hasil UKG akan memberikan peta penguasaan kompetensi guru.

Peta Penguasaan kemudian dapat di gunakan oleh pemerintah sebagai imbalan untuk menjalankan program pengembangan profesional guru.

Guru yang berhasil lulus UKG selanjutnya dapat memperoleh sertifikat pendidik.

Lembaga pendidikan dapat membantu semua guru yang berada di bawah naungannya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajarannya.

Lembaga pendidikan dapat menyelenggarakan kursus pelatihan terstruktur yang di lakukan secara mandiri.

Ayo simak juga ulasan berikut ini : Oemah Etnik semoga bermanfaat artikel kali ini!

 

Leave a Comment