Reksa Dana Untuk Pemula (Perencanaan Keuangan) - Part 2

Reksa dana mulai dikenal pada abad ke 19 di Amerika dengan nama Mutual Fund (dana bersama), dengan terjemahan bebas “dana untuk tujuan investasi yang sama”. Sementara itu di Inggris, reksa dana dikenal dengan nama Unit Trust, yang berarti unit (saham) kepercayaan. Dengan kata lain, jika berinvestasi di reksa dana, maka investor akan mendapat sejumlah unit penyertaan yang pengelolaannya dipercayakan kepada pihak lain. Berdasarkan pasal 1 Undang-Undang Pasar Modal tahun 1995, pengertian reksa dana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek (portofolio investasi) oleh manajer investasi. Oleh karena itu pada reksa dana terdapat tiga unsur utama yang saling terkait, yaitu :


  1. Kumpulan Dana Masyarakat
    Dengan melakukan pengumpulan dana dari pemodalnya, memungkinkan pemodal-pemodal yang memiliki dana minim dapat ikut andil berinvestasi dalam bentuk efek.

  2. Investasi Dana Dalam Bentuk Portofolio Efek
    Yang di maksud efek di sini adalah surat berharga, seperti surat pengakuan utang, surat berharga komersil, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan, kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap turunan dari efek, baik efek yang bersifat utang maupun yang bersifat ekuitas, seperti waran (surat utang jangka pendek). Portofolio yang di kelola oleh reksa dana dapat berupa kumpulan dari beberapa jenis efek.

  3. Di kelola Oleh Manajer Investasi
    Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para investor atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah. Manajer investasi tidak termasuk perusahaan asuransi, dana pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk memperoleh hasil investasi yang maksimal dan optimal, Anda sebagai investor harus memahami terlebih dahulu berbagai karakteristik jenis reksa dana. Anda dapat memilih jenis reksa dana apa yang sesuai untuk pilihan investasi Anda. Adapun jenis reksa dana yang beredar di Indonesia adalah, sebagai berikut :


  • Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)
    Reksa dana ini hanya melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Bentuk instrumen investasinya dapat berupa Time Deposit (Deposit Berjangka), Certicate of Deposit (Sertifikat Deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Resiko relatif lebih rendah dibanding reksa dana jenis lainnya.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)
    Reksa dana ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat utang atau obligasi. Tujuannya menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Resiko relatif lebih besar dari reksa dana pasar uang.

  • Reksadana Saham (Equity Funds)
    Reksa dana ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Tujuannya pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Resiko relatif lebih tinggi dari reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, namun menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi.

  • Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Funds)
    Jenis Reksa dana ini mengalokasikan dana investasinya dalam bentuk portofolio investasi yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan di kombinasikan dengan pendapatan tetap (obligasi). Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Resiko moderat dengan tingkat pengembalian yang relatif tinggi daripada reksa dana pendapatan tetap.

  • Sementara itu, Bapepam pada tanggal 29 Juli 2005 mengeluarkan peraturan nomor IV.C.4 tentang “Pedoman Pengelolan Jenis Reksa Dana Baru”. Jenis reksa dana tersebut adalah :
  • Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Funds)
    Reksa dana ini memberikan proteksi atas investasi awal investor melalui mekanisme pengelolaan portofolionya. Manajer investasi akan menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada efek bersifat utang yang termasuk dalam kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai efek bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang di proteksi.

  • Reksa Dana Dengan Penjaminan (Guaranteed Funds)
    Reksa dana ini memberikan jaminan bahwa investor sekurang-kurangnya akan menerima sebesar nilai investasi awal pada saat jatuh tempo sepanjang persyaratannya dipenuhi. Pemberian jaminan tersebut dilakukan melalui penunjukan Penjamin atau Guarantor, berupa lembaga yang dapat melakukan penjaminan dan telah memperoleh ijin usaha dari instansi yang berwenang. Manajer investasi wajib menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih reksa dana yang dikelolanya pada efek bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi (investment grade).

  • Reksa Dana Indeks (Index Funds)
    Reksa dana yang portofolio efeknya terdiri atas efek yang menjadi bagian dari sekumpulan efek dari suatu indeks yang menjadi acuannya. Manajer investasi wajib menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih reksa dana pada efek yang menjadi bagian dari sekumpulan efek dari indeks yang menjadi acuan.



Disclaimer: Situs ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan dan pendidikan. Semua link hanya bertujuan untuk informasi saja. Konsultasikan dengan profesional atau praktisi sebelum membuat keputusan investasi Anda.