Gadai Emas Syariah

Metode berkebun emas merupakan sistem pengembangan investasi yang terus berevolusi. Saat ini, banyak masyarakat Indonesia yang membeli logam mulia untuk kemudian disimpan hingga harga jualnya meningkat. Pada saat membutuhkan uang dadakan masyarakat juga terkadang menggadaikan logam mulia yang dimilikinya. Kini logam mulia yang digadaikan dapat “dikembangbiakan” agar menghasilkan logam-logam mulia baru dengan dua pertiga modal ditanggung oleh lembaga keuangan penyedia jasa gadai, seperti bank syariah.

Anda harus memilih lembaga gadai emas syariah yang menetapkan biaya gadai dan penitipan yang paling ringan, disamping itu perlu juga diperhatikan lembaga gadai yang memberikan dana gadai tertinggi agar dana tersebut dapat digunakan kembali untuk membeli logam mulia yang lebih besar dan tambahan dana yang dibutuhkan tidak terlalu memberatkan. Selain itu, juga perlu ditanyakan tentang skema pengamanannya. Ada beberapa lembaga gadai emas syariah memberlakukan biaya asuransi yang dibebankan langsung kepada konsumen, tetapi sebagian besar lainnya tidak tidak membebankan biaya asuransi khusus karena sudah termasuk dalam biaya administrasi.

Metode berkebun emas ini memang membutuhkan modal untuk membeli logam mulia pertama dan menyiapkan uang tunai untuk menutup selisih kekurangan harga pembelian logam mulia kedua hingga kelima. Sebagai ilustrasi, Anda membeli logam mulia seberat 10 gram yang langsung digadaikan. Jika uang gadai yang diberikan bank syariah sebesar 85%, dana yang diperoleh setara dengan 8.5 gram. Oleh sebab itu, ketika akan membeli logam mulia 10 gram kedua, perlu dana tambahan setara dengan logam mulia seberat 1.5 gram ditambah biaya penyimpanan logam mulia di bank syariah. Demikian seterusnya, hingga mencapai logam mulia yang dikehendaki. Setelah mencapai logam mulia terakhir, misalnya kelima, Anda sebaiknya menjual logam mulia tersebut. Tentunya ketika harga logam mulia sudah meningkat minimal 30%. Mengapa 30% ? kenaikan 30% ini diperlukan agar hasil penjualan dapat menutup biaya biaya gadai empat keeping logam mulia yang ada di bank syariah dan hasil penjulan logam mulia terakhir inilah yang dipergunakan untuk menebus empat keping logam mulia di bank syariah, saat inilah biasa disebut masa panen emas.

Kenaikan harga emas yang konsisten disebabkan oleh dua hal, pertama, konsumsi penduduk Indonesia terhadap logam mulia ada di peringkat 14 dunia (China ada diperingkat ke satu dan India ada di peringkat ke dua). Kedua, Indonesia adalah penghasil emas ketujuh terbesar didunia, jika permintaan emas terus bertambah, maka harga emas akan terus meningkat.

Berikut ini adalah salah satu contoh dari lembaga gadai emas syariah, mengenai biaya, ilustrasi dan fasilitas yang ditawarkan.
Biaya administrasi

  • Biaya administrasi berjenjang sesuai berat perhiasan (emas)

  • Biaya administrasi dibayar dimuka

  • Tabel biaya administrasi sebagai berikut :
    Table Biaya Admin Gadai Emas Syariah

Biaya sewa tempat

  • Dibayar pada saat pelunasan pinjaman

  • Dihitung berdasarkan berat dan karat emas yang digadaikan untuk masa simpan/gadai per 10 harian

  • Tabel biaya sewa tempat sebagai berikut :
    Table Biaya Sewa Tempat Gadai Emas Syariah
    • Ilustrasi biaya gadai
      Perhiasan emas yang digadai dan telah ditaksir seberat 5 gram (24 karat), Standar Taksiran Logam Mulia (STLE) untuk perhiasan emas 24 karat =

      • Nilai taksiran : 5 gram x Rp. 425.000 = Rp. 2.125.000

      • Nilai maksimum pinjaman : 90% x Rp. 2.125.000 = Rp. 1.912.500

      • Biaya administrasi : kurang dari 100 gram = Rp. 12.500

      • Biaya sewa tempat (lihat table) : 5 gram x Rp. 1.670 = Rp. 8.350 per 10 hari

      Fasilitas

      • Jangka waktu pinjaman maksimal 120 hari dan dapat diperpanjang

      • Fleksibilitas dalam pelunasan sesuai dengan kemampuan

      • Dapat dilunasi sebelum jatuh tempo tanpa biaya penalti

      • Penyimpanan yang aman dan berasuransi syariah

      • Mendapatkan sertifikat gadai syariah

      Anda harus siap berinvestasi jangka panjang, paling tidak selama dua tahun sampai tiga tahun. Dan tentunya Anda harus memilih tempat gadai yang mengenakan biaya gadai paling murah. Maklum setiap bank syariah atau pegadaian memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda atas layanan gedai emas ini. metode kebun emas ini bukannya tanpa risiko, Anda hanya bisa memperoleh keuntungan jika harga emas naik selama Anda menggadaikan emas tersebut. Kalau terpaksa menjual koleksi emas di lemari gadai bank sariah atau pegadaian ketika harganya turun, anda akan kehilangan potensi keuntungan, padahal telah mengeluarkan biaya gadai.

      Apabila Anda tertarik mengikuti metode berkebun emas, Anda harus benar-benar mempertimbangkan penghasilan dan rasio likuiditas keuangan rumah tangga terlebih dahulu. Sebab, Anda tidak bisa asal main tebus emas di bank ketika sedang butuh dana tunai. Jika Anda baru berinvestasi pada logam mulia sebaiknya mulai dengan membeli, kemudian menyimpan emas tersebut sebagai pengganti tabungan di bank. Pada saat butuh uang mendesak, jangan jual emasnya, gadaikan saja. Lihat timing (penetapan waktunya). Jika memang harga sedang turun, ada baiknya digadai untuk menutup kebutuhan mendesak sehingga tidak berat ketika ingin menebus kembali.

Tags: 

Disclaimer: Situs ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan dan pendidikan. Semua link hanya bertujuan untuk informasi saja. Konsultasikan dengan profesional atau praktisi sebelum membuat keputusan investasi Anda.